About

Tata Kelola Perusahaan

Tentang Kami / Tata Kelola Perusahaan

Sistem Manajemen Resiko

Perusahaan menerapkan pengelolaan sistem manajemen risiko untuk mengendalikan semua risiko yang dapat menyebabkan gangguan terhadap kegiatan operasional dan bisnis perusahaan. Kegiatan usaha Perseroan tidak luput dari faktor risiko, yang bila dikelola dengan baik tidak hanya dapat mengurangi potensi hambaatan dalam berusaha namun dapat menjadi pengungkit peningkatan usaha. Pengelolaan risiko dilaksanakan sejalan dengan implementasi GCG. Setiap pengidentifikasian dan pemantauan risiko yang mungkin dapat timbul dan berdampak terhadap aktifitas operasional dan bisnis perusahaan ditindak lanjuti dengan penilaian dan analisis risiko dan mendeskripsikannya dalam profil risiko untuk menetapkan rencana-rencana tindakan pencegahan dan mitigasi yang diperlukan berdasarkan metode dan sistem yang jelas dan terukur dalam pengelolaan risiko. Profil Risiko Perseroan Operasional Perseroan dipengaruhi oleh berbagai macam risiko. Sepanjang 2020, Perseroan kembali melakukan identifikasi, penilaian, penanganan, dan pemantauan terhadap risiko-risiko yang melekat pada seluruh fungsi operasional dan strategis Perusahaan. Sedangkan, profil risiko yang mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut: 1. Risiko Pertumbuhan Industri Konstruksi Potensi dampak penurunan ekonomi secara global maupun domestik akibat pandemi Covid-19 dapat mengakibatkan pelambatan pertumbuhan industri konstruksi sektor migas. Selanjutnya, potensi risiko ini dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja operasional, kondisi keuangan dan prospek usaha Perseroan. 2. Risiko Persaingan Usaha Kondisi sektor bisnis jasa konstruksi migas di Indonesia semakin kompetitif. Hal ini ditandai dengan terjadinya peningkatan persaingan harga antar kontraktor. Untuk tetap memenangkan persaingan, Perseroan senantiasa memberikan pelayanan terbaik dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Risiko persaingan risiko dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja operasional, kondisi keuangan, dan prospek usaha Perseroan. 3. Risiko Sosial & Politik Dinamika perubahan sosial-politik dapat menimbulkan dampak yang besar terhadap sektor ekonomi, khususnya sektor migas. Risiko ini muncul akibat adanya perubahan situasi sosial-politik dan keputusan strategis negara yang terkait dengan faktor ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Munculnya risiko ini dapat menimbulkan risiko berikutnya, seperti potensi dari investor untuk menahan investasi langsung karena menunggu kondisi sosial-politik yang stabil. Bila hal tersebut terjadi, maka dikhawatirkan kegiatan usaha di berbagai sektor industri akan menurun atau bahkan terhenti. Terjadinya hal tersebut dapat mengurangi pekerjaan/proyek Perseroan yang berpotensi dapat memengaruhi secara negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja operasional, kondisi keuangan, dan prospek usaha Perseroan. Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Risiko Manajemen melakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem manajemen risiko Perseroan secara berkala, dan bekerja sama dengan kepala proyek dalam mengevaluasi kinerja proyek.
Aku Investor Saham